Bang Japar Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan menggelar acara halal bihalal yang berlangsung pada hari Kamis (20/7) di Masjid Raya Pondok Indah Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Bang Japar sekaligus Senator DKI Jakarta Ibu Fahira Fahmi Idris, Perwakilan Komcam Se-Jakarta Selatan, Wakapolsek Kebayoran Lama, serta Danramil Kebayoran Lama.
Acara dimulai dengan Pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi. Acara berikutnya adalah demo Silat dari Jawara Betawi. Ketum Bang Japar, Fahira Idris dalam sambutannya menyampaikan, “Halal bihalal kali ini beda, selain silaturahmi, juga akan diberikan Penghargaan kepada Tokoh Masyarakat.”
Salah satu tokoh masyarakat yang mendapatkan Piagam Penghargaan di Kecamatan Kebayoran Lama adalah Ustadz Tarsono. Beliau adalah salah satu tokoh yang didedikasikan mendapatkan penghargaan, karena telah berhasil membantu dan menjaga proses Pilkada DKI Jakarta. Ibu Fahira Idris, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para tokoh yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, raga, dan jiwa, demi kemashlahatan masyarakat. “Apa yang telah dilakukan oleh Bapak dan Ibu adalah sebuah torehan prestasi yang memotivasi dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujar Ibu Fahira Idris dalam sambutannya.
Ustadz Tarsono merupakan ketua DPC PKS Kebayoran lama, beliau memang dikenal sangat aktif membantu, melayani dan berkhidmat untuk masyarakat Kebayoran Lama. Saat warga Kebayoran Lama mengalami musibah kebakaran, beliau menginisiasi berdirinya posko dan menggalang dukungan dan sumbangan dari para warga dan para kader PKS. Beliau juga merupakan tokoh yang turut berkontribusi dalam memenangkan pasangan Anies – Sandi di Pilkada DKI. Ustadz Tarsono merupakan ketua tim pemenangan Anies – Sandi kecamatan Kebayoran Lama.



Jakarta sebagai ibukota Indonesia identik dengan kehidupan metropolitan yang gemerlap dan hedonis. Tetapi cahaya religiusitas masih bersinar di kota ini, cahaya itu kian terasa di akhir – akhir ramadhan seperti saat ini. Jakarta kini, 22 Juni 2017 memasuki usianya yang ke-490. Ibu Kota Indonesia itu lahir pada 22 Juni 1527 dengan nama Jayakarta. Tanggal tersebut diketahui merupakan hari di mana pasukan Fatahillah sebagai panglima Kesultanan Demak merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Portugis. 490 sebuah usia yang harusnya sudah cukup matang dan dewasa untuk menyelesaikan berbagai masalah internalnya. Namun kita ketahui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sampai kini. Kini ulang tahun Jakarta terjadi di akhir – akhir bulan ramadhan, di 10 hari terkahir bulan ramadhan, dimana sebagain warga Jakarta duduk bersimpuh memanjatkan doa dan dzikir di masjid – masjid, sholat taraweh atau sholat malam, itikaf, khataman Qur’an dan lain – lain.









