Memasuki sepuluh hari kedua puasa Ramadhan 1438 H, Kader – kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pancoran baik laki – laki maupun perempuan bergerak blusukan ke gang – gang kampung di wilayah Pancoran Jakarta Selatan.
Dalam blusukannya, para kader PKS ini berkeliling kampung sambil membagikan takjil buka puasa dari pintu ke pintu rumah warga. Para kader PKS disambut antusias oleh warga yang dikunjungi. Program bagi takjil door to door ini merupakan salah satu agenda rutin Ramadhan PKS Pancoran untuk mempererat ukhuwah dengan warga.
Sore itu kader – kader PKS ranting Pancoran terus menyusuri pintu – pintu rumah warga. Seperti seorang penjual makanan, mereka mengetuk setiap rumah dan memberikan makanan takjil untuk berbuka puasa.
Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk saling berbagi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahim antara PKS dan masyarakat, juga menjadikan ramadhan serasa lebih barakah. Pada hari itu, kader – kader PKS membagikan ratusan paket takjil.
Dengan blusukan sambil membagikan takjil ini, kader juga bisa mendengarkan suara rakyat secara langsung, bukan melalui bawahan atau staf apalagi media. “Kita akan mengetahui kondisi masyarakat yang sedang suram, harga – harga kebutuhan pokok yang naik selama bulan puasa dan jelang lebaran. Berita pemerintah yang akan menaikan tarif listrik juga menambah galau masyarakat,” ujar Bang Panji, ketua DPRa PKS Pancoran.





Dalam sebuah acara buka puasa bersama di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Kemang, Jakarta, Kamis (9 Juni 2016). Dalam acara itu, Presiden PKS Sohibul Iman didaulat memberikan ceramah kuliah tujuh menit. Dalam ceramahnya, Shohibul mengatakan puasa merupakan kewajiban yang dibebankan pada kita dan ummat terdahulu. Puasa bertujuan untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa.
Sungguh jelas, berpuasa akan membawa kesimbangan jasmani dan rohani dalam tubuh manusia. Selain kedua hal tadi, puasa juga membawa keseimbangan sosial.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis mengapresiasi Kementerian Agama yang telah menetapkan 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2017. Penetapan ini sekaligus menandai awal puasa yang berlangsung serentak. Sebelumnya, PP Muhammdiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan pada 27 Mei 2017. “Kami apresiasi Kemenag untuk menyatukan umat Islam,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, di Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

usan Umat Muslim Kebayoran Lama Utara, Provinsi Kalimantan Barat, Jaksel menggelar ‘Pawai Obor’ keliling wilayah itu dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H.




