Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, Al Mansyur, mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai praktik “serangan fajar” atau bentuk lain dari politik uang yang sering muncul di masa-masa pilkada. Dalam sebuah pernyataan tegas, Al Mansyur menyatakan bahwa politik uang merusak integritas demokrasi dan harus dilawan dengan serius.
“Serangan fajar” merupakan istilah yang merujuk pada pemberian uang atau barang tertentu kepada pemilih pada dini hari menjelang pemungutan suara, dengan tujuan mempengaruhi pilihan politik mereka. Praktik ini, selain melanggar hukum, juga mencederai nilai-nilai demokrasi dan keadilan yang kita perjuangkan bersama.
Sebagai bentuk tindakan konkret, Al Mansyur menginstruksikan jajaran partai politik pendukung pasangan RIDO (Ridwan Kamil dan Suswono) untuk segera membentuk Satgas Anti-Politik Uang. Satgas ini bertugas mengawasi, mencegah, dan menindak segala bentuk upaya politik uang yang berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan.
“Kita harus bekerja sama untuk memastikan pemilu yang bersih dan adil. Satgas Anti-Politik Uang ini diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam memberantas segala bentuk kecurangan, terutama yang berkaitan dengan uang,” tegas Al Mansyur.
Al Mansyur juga menekankan kepada seluruh simpatisan dan anggota PKS untuk tidak terlibat dalam praktik politik uang, baik sebagai penerima maupun pemberi. Dia meminta mereka untuk aktif melaporkan setiap temuan terkait politik uang kepada Satgas Anti-Politik Uang atau aparat penegak hukum terkait.
“Jangan tergoda oleh iming-iming uang. Pilihan kita harus didasarkan pada visi dan misi yang baik, bukan karena amplop yang dibagikan. Jika ada yang mencoba menawarkan politik uang, laporkan! Jangan biarkan demokrasi kita dicemari oleh kecurangan,” tambahnya.
Langkah pembentukan satgas ini diharapkan mampu menekan laju politik uang di Jakarta Selatan, serta menginspirasi wilayah lain untuk melakukan hal serupa. Dengan kolaborasi antara masyarakat, partai politik, dan aparat hukum, diharapkan pemilu yang bersih, adil, dan bermartabat bisa terwujud.
“Ini bukan hanya tentang memenangkan pemilu, ini tentang masa depan bangsa. Kita harus bersatu untuk menjaga integritas demokrasi dan memastikan suara rakyat tidak dibeli dengan uang,” tutup Al Mansyur.
Dengan seruan ini, Al Mansyur berharap Jakarta Selatan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga pemilu yang bersih dari praktik curang. Keberhasilan pemberantasan politik uang tidak hanya ada di tangan aparat hukum, tetapi juga di tangan setiap individu yang memiliki kesadaran untuk menjaga kejujuran dalam demokrasi.






