Salah satu tanda bahwa rezeki itu hadir dalam keadaan penuh cinta dari Allah SWT adalah waktu berbuka puasa. Setelah seharian umat Muslim menahan haus dan lapar, Allah SWT kembali memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyantap makanan dan minuman. Selain itu, waktu berbuka puasa ternyata menyimpan banyak hikmah.
Ahad (11/06), ratusan Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kecamatan Pancoran Jaksel mengikuti acara Ifthor Jama’i (buka puasa bersama). Ketua DPC PKS Pancoran, Erik Husein mengatakan bahwa, “Kegiatan rutin seperti ini diharapkan mampu menambah habluminannas kita dengan sesama kader. Silaturahim juga bisa menambah rejeki dan memperpanjang umur.”
Waktu berbuka adalah waktu yang penuh dengan kehangatan dan juga menyimpan waktu mustajab untuk saling mendo’akan. “Mari kita doakan saudara – saudara kita yang masih dilanda musibah, yang masih dilanda fitnah. semoga musibah dan fitnahnya lekas di angkat oleh Allah SAW,” ujar Bang Erik.
Panitia sengaja mengatur agar suasa buka puasanya saling berhadapan satu sama lain, agar suasa ukhuwah dan akrab kian terasa. Suasana berbuka puasa bersama selalu penuh dengan tawa bahagia dan kegembiraan. Energi positif inilah yang ingin ditularkan ke segenap kader dan simpatisan PKS di Pancoran dalam acara buka puasa ini. Usai buka puasa bersama, semua yang hadir melanjutkannya dengan shalat Maghrib berjamaah, yang dilanjutkan dengan makan malam bersama.












Dalam sebuah acara buka puasa bersama di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Kemang, Jakarta, Kamis (9 Juni 2016). Dalam acara itu, Presiden PKS Sohibul Iman didaulat memberikan ceramah kuliah tujuh menit. Dalam ceramahnya, Shohibul mengatakan puasa merupakan kewajiban yang dibebankan pada kita dan ummat terdahulu. Puasa bertujuan untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa.
Sungguh jelas, berpuasa akan membawa kesimbangan jasmani dan rohani dalam tubuh manusia. Selain kedua hal tadi, puasa juga membawa keseimbangan sosial.