Di tengah hiruk-pikuk Pilkada Jakarta, para anggota PKS Cilandak Barat melakukan sebuah gerakan yang berbeda dan menginspirasi: PKS Menyapa Warga. Bukan sekadar kampanye politik biasa, kegiatan ini menjadi ruang interaksi antara warga dan para relawan yang tak hanya mengedepankan ajakan untuk memilih pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO), tetapi juga menjadi wadah dialog yang hangat dan terbuka.
Setiap pekan, para anggota PKS turun ke jalan-jalan dan gang-gang di Cilandak Barat, menyambangi rumah warga satu per satu. Namun, ada yang unik dari pendekatan mereka. Mereka tidak hanya membagikan brosur, menempel stiker, atau menyerukan yel-yel dukungan. Sebaliknya, mereka duduk bersama warga, berdiskusi, dan mendengarkan aspirasi serta harapan-harapan warga mengenai masa depan Jakarta.
Dalam setiap sapaannya, anggota PKS memulai dengan obrolan santai, memancing warga untuk berbicara tentang permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari. Banyak dari mereka menyoroti permasalahan klasik seperti kemacetan, banjir, hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Sesi ini selalu berkembang menjadi diskusi dua arah yang produktif, di mana warga merasa didengarkan dan dihargai.
Para relawan kemudian memperkenalkan pasangan Ridwan Kamil dan Suswono sebagai solusi potensial untuk permasalahan-permasalahan tersebut. Mereka menjelaskan visi dan misi RIDO dengan cara yang sederhana, tanpa tekanan. Tidak ada unsur paksaan atau ajakan yang bersifat memaksa. “Kami tidak ingin sekadar mencari suara, kami ingin masyarakat benar-benar memahami mengapa mereka memilih,” ujar Tohir salah satu relawan yang terlibat.
Salah satu warga, Pak Hasan, yang awalnya skeptis terhadap kampanye politik, akhirnya berubah pikiran setelah beberapa kali mengikuti diskusi tersebut. “Awalnya, saya pikir mereka akan sama saja dengan yang lain, cuma datang, sebar-sebar brosur, lalu pergi. Tapi mereka benar-benar mendengarkan kami. Kami bisa bertanya apa saja, dan mereka menjawab dengan jelas. Saya jadi merasa ada harapan,” katanya.
Banyak warga lain yang memiliki pengalaman serupa. Berkat pendekatan ini, mereka merasa terlibat langsung dalam proses politik, bukan hanya sebagai objek kampanye. Proses ini tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga memberikan ruang bagi warga untuk berpikir dan mempertimbangkan pilihan politik mereka dengan matang.
Diskusi-diskusi yang berlangsung dalam kegiatan PKS Menyapa Warga sering kali diakhiri dengan warga yang mulai menunjukkan ketertarikan pada pasangan RIDO. Namun, lebih dari itu, perubahan yang terjadi pada warga bukan sekadar karena ajakan relawan, tetapi karena kesadaran yang timbul dari interaksi yang sehat dan penuh penghargaan.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa kampanye politik yang berhasil tidak harus selalu megah dan penuh sorotan media. Justru, kampanye yang dilakukan secara personal, mendalam, dan berbasis dialog sering kali lebih efektif dan bermakna. PKS Cilandak Barat telah menunjukkan bahwa dengan mendekati warga secara manusiawi, membangun diskusi yang sehat, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berpikir, masyarakat dapat membuat pilihan politik yang lebih bijak dan terinformasi.
Pada akhirnya, ini bukan sekadar soal kemenangan di Pilkada, tetapi tentang bagaimana warga Jakarta, khususnya di Cilandak Barat, merasa terlibat dalam proses perubahan untuk kota yang lebih baik. Dengan cara-cara seperti ini, pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) bukan hanya meraih dukungan, tetapi juga kepercayaan dan harapan warga Jakarta untuk masa depan yang lebih baik.
